Selasa, 28 Januari 2014

Ketika Presiden SBY Follback Seorang PNS Daerah



Serasa mimpi, bahagia, bangga dan sangat bersyukur. Semua rasa itu campur aduk setelah mendapati akun twitter saya, @Dody_Kasman ternyata sudah di follback oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin (6/5/2013) malam yang lalu.
Beberapa menit sebelumnya saya dikejutkan mention sahabat tweeps yang menyebutkan bahwa saya dapat reply dari Presiden SBY. “Cieee si agan akhirnya di reply sama orang no 1 di Indonesia, selamat ya gan okidoki,” begitu bunyi tweetnya.
Sayapun langsung melihat kembali twitter dan ternyata benar! Presiden SBY melalui akun @SBYudhoyono menjawab :”@Dody_Kasman Tulisan yang menyentuh. Saya senang bisa berkunjung dan menyapa warga Probolinggo. *SBY”
Sebelumnya saya memang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden SBY atas kunjungannya ke Probolinggo tanggal 3-5 Mei yang lalu. Dan beberapa hari sebelumnya saya sempat mengirimkan link artikel yang saya tulis ke akun twitternya.
Artikel yang berjudul “Ketika Pak Presiden Lewat Depan Rumah Kami” itu saya posting hari Sabtu malam (4/5) di Kompasiana.com. Sebagai Kompasianer saya lebih banyak menulis di rubrik musik terutama tentang X Factor Indonesia dan salah satu peserta yang paling populer dan fenomenal Fatin Shidqia Lubis.
Tapi entah mengapa, tiba-tiba saya tertarik untuk menulis artikel dari sudut pandang warga biasa terkait kunjungan Presiden ke daerah. Semakintergelitik lagi untuk menuangkannya dalam tulisan setelah mendengar celoteh spontan putri saya yang bilang, “Ayah ayo nunggu Pak SBY lewat, aku mau minta duwit buat beli es krim.”
Akhirnya dua malam kemudian, artikel yang saya share terbaca dan mendapat respon langsung dari Presiden SBY, bahkan orang nomor satu di republik Indonesia ini bersedia untuk mem-follback warga negara biasa yang berprofesi sebagai PNS Daerah seperti saya ini.
Sebenarnya tak ada bayangan dan sedikit sekali harapan dalam hati dan pikiran saya untuk mendapatkan mention, reply apalagi follback dari Pak SBY karena saya sangat sadar betapa banyaknya followers beliau dengan jutaan tweet dan mention yang masuk.
Sayapun selalu belajar untuk tahu diri pada posisi saya. Lagipula siapa saya dan apa pula pengaruh saya?  Saya bukan pejabat penting, bukan pula selebritis ataupun enterpreneur sukses. Saya hanya warga negara biasa yang rajin menyapa pemimpinnya tanpa ekspektasi berlebih. Dan saya hanyalah seorang staf kecamatan di daerah pegunungan Kabupaten Probolinggo yang amat sangat jauh dari Ibukota.
Namun kenyataan berkata lain. Sesuatu yang awalnya saya anggap sangat sulit terwujud karena sangat kecil kemungkinannya, justru bisa terjadi dengan begitu mudahnya. Hanya cukup denganbeberapa tweet dan mention dan hanya satu artikel, Presiden SBY bersedia mention dan follback saya. Alhamdulillah.
Padahal selama ini, sebagai penikmat musik, saya lebih banyak menyapa Fatin Shidqia dan menulis belasan artikel tentangnya sebagai bentuk apresiasi atas pencapainnya sebagai pendatang baru di dunia musik Indonesia. Namun hingga saat ini saya belum pernah sama sekali mendapat balasan mention apalagi di-follback Fatin.
Dari sini saya makin banyak belajar dan dapat mengambil hikmah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dengan tulus ikhlas akan menghasilkan kenikmatan luar biasa yang tak terduga dan kenikmatan tersebut akan makin berlipat jika kita pandai mensyukurinya.
Yang membuat saya salut dan tak henti-hentinya bersyukur, sebagai  kepala negara dan kepala pemerintahan, ternyata Presiden SBY masih mau memperhatikan dan mengapresiasi hasil karya warga negara biasa seperti saya. Dan bagi saya, kepekaan dan kesediaan untuk memberikan apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkreasi.
Kesediaan untuk mem-follow seorang PNS daerah seperti saya ini  merupakan bentuk kepekaan dan kepedulian seoarang pemimpin pada level tertinggi pada anak buahnya yang berada di level jauh dibawahnya.  Timbul pertanyaan dalam hati, mengapa justru yang Presiden lebih peka dan peduli untuk memberikan apresiasi? Mengapa bukan “mereka”?
Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas nikmat ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden SBY atas kesediannya mem-follback saya. Terimakasih juga untuk pihak yang memungkinkan artikel saya bisa terbaca oleh Presiden. 
Terima kasih kepada Kompasiana.com yang telah memberikan wadah untuk menuangkan ide dan pikiran dalam bentuk artikel.  Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada pimpinan di daerah yang beberapa bulan lalu telah menempatkan saya di tempat kerja baru yang memungkinkan saya punya lebih banyak waktu untuk menulis. Meskipun tiap harinya saya harus menempuh jarak 60 kilometer PP dari rumah ke tempat kerja dengan bersepeda motor. 

Probolinggo, 7 Mei 2013

Follow me : @Dody_Kasman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar