Serasa
mimpi, bahagia, bangga dan sangat bersyukur. Semua rasa itu campur aduk setelah
mendapati akun twitter saya, @Dody_Kasman ternyata sudah di follback oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin (6/5/2013) malam yang lalu.
Beberapa
menit sebelumnya saya dikejutkan mention sahabat tweeps yang menyebutkan bahwa
saya dapat reply dari Presiden SBY. “Cieee si agan akhirnya di reply sama orang
no 1 di Indonesia, selamat ya gan okidoki,” begitu bunyi tweetnya.
Sayapun
langsung melihat kembali twitter dan ternyata benar! Presiden SBY melalui akun
@SBYudhoyono menjawab :”@Dody_Kasman Tulisan yang menyentuh. Saya senang bisa
berkunjung dan menyapa warga Probolinggo. *SBY”
Sebelumnya
saya memang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden SBY atas
kunjungannya ke Probolinggo tanggal 3-5 Mei yang lalu. Dan beberapa hari
sebelumnya saya sempat mengirimkan link artikel yang saya tulis ke akun
twitternya.
Artikel
yang berjudul “Ketika Pak Presiden Lewat Depan Rumah Kami” itu saya posting
hari Sabtu malam (4/5) di Kompasiana.com. Sebagai Kompasianer saya lebih banyak
menulis di rubrik musik terutama tentang X Factor Indonesia dan salah satu
peserta yang paling populer dan fenomenal Fatin Shidqia Lubis.
Tapi
entah mengapa, tiba-tiba saya tertarik untuk menulis artikel dari sudut pandang
warga biasa terkait kunjungan Presiden ke daerah. Semakintergelitik lagi untuk
menuangkannya dalam tulisan setelah mendengar celoteh spontan putri saya yang
bilang, “Ayah ayo nunggu Pak SBY lewat, aku mau minta duwit buat beli es krim.”
Akhirnya
dua malam kemudian, artikel yang saya share terbaca dan mendapat respon
langsung dari Presiden SBY, bahkan orang nomor satu di republik Indonesia ini
bersedia untuk mem-follback warga negara biasa yang berprofesi sebagai PNS
Daerah seperti saya ini.
Sebenarnya
tak ada bayangan dan sedikit sekali harapan dalam hati dan pikiran saya untuk
mendapatkan mention, reply apalagi follback dari Pak SBY karena saya sangat
sadar betapa banyaknya followers beliau dengan jutaan tweet dan mention yang
masuk.
Sayapun
selalu belajar untuk tahu diri pada posisi saya. Lagipula siapa saya dan apa pula
pengaruh saya? Saya bukan pejabat
penting, bukan pula selebritis ataupun enterpreneur sukses. Saya hanya warga
negara biasa yang rajin menyapa pemimpinnya tanpa ekspektasi berlebih. Dan saya
hanyalah seorang staf kecamatan di daerah pegunungan Kabupaten Probolinggo yang
amat sangat jauh dari Ibukota.
Namun
kenyataan berkata lain. Sesuatu yang awalnya saya anggap sangat sulit terwujud
karena sangat kecil kemungkinannya, justru bisa terjadi dengan begitu mudahnya.
Hanya cukup denganbeberapa tweet dan mention dan hanya satu artikel, Presiden
SBY bersedia mention dan follback saya. Alhamdulillah.
Padahal
selama ini, sebagai penikmat musik, saya lebih banyak menyapa Fatin Shidqia dan
menulis belasan artikel tentangnya sebagai bentuk apresiasi atas pencapainnya
sebagai pendatang baru di dunia musik Indonesia. Namun hingga saat ini saya belum
pernah sama sekali mendapat balasan mention apalagi di-follback Fatin.
Dari
sini saya makin banyak belajar dan dapat mengambil hikmah bahwa segala sesuatu
yang kita lakukan dengan tulus ikhlas akan menghasilkan kenikmatan luar biasa
yang tak terduga dan kenikmatan tersebut akan makin berlipat jika kita pandai
mensyukurinya.
Yang
membuat saya salut dan tak henti-hentinya bersyukur, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,
ternyata Presiden SBY masih mau memperhatikan dan mengapresiasi hasil karya warga
negara biasa seperti saya. Dan bagi saya, kepekaan dan kesediaan untuk
memberikan apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkreasi.
Kesediaan
untuk mem-follow seorang PNS daerah seperti saya ini merupakan bentuk kepekaan dan kepedulian
seoarang pemimpin pada level tertinggi pada anak buahnya yang berada di level
jauh dibawahnya. Timbul pertanyaan dalam
hati, mengapa justru yang Presiden lebih peka dan peduli untuk memberikan
apresiasi? Mengapa bukan “mereka”?
Akhirnya
saya hanya bisa mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas nikmat ini dan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden SBY atas kesediannya mem-follback
saya. Terimakasih juga untuk pihak yang memungkinkan artikel saya bisa terbaca
oleh Presiden.
Terima
kasih kepada Kompasiana.com yang telah memberikan wadah untuk menuangkan ide
dan pikiran dalam bentuk artikel. Tak
lupa saya sampaikan terima kasih kepada pimpinan di daerah yang beberapa bulan
lalu telah menempatkan saya di tempat kerja baru yang memungkinkan saya punya
lebih banyak waktu untuk menulis. Meskipun tiap harinya saya harus menempuh
jarak 60 kilometer PP dari rumah ke tempat kerja dengan bersepeda motor.
Probolinggo, 7 Mei 2013
Probolinggo, 7 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar