Selasa, 28 Januari 2014

Ketika Pak Presiden Lewat Depan Rumah Kami



Akhir pekan ini (3/5/2013) Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat di Jawa Timur, salah satunya ke daerah tempat saya tinggal, Kabupaten Probolinggo.
Bagi kami orang daerah, kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini merupakan peristiwa langka dan istimewa. Kapan lagi kami bisa melihat langsung wajah Pak SBY yang selama ini hanya bisa disaksikan di layar TV.
Akhirnya, Jum’at sore (3/5) sekitar pukul 15.00 WIB, berdasar rundown yang ada di koran lokal, saya sekeluarga mengambil posisi strategis berdiri di tepi jalan raya yang akan dilalui rombongan, tepat di depan rumah kami yang jaraknya tak sampai 1 kilometer arah timur perbatasan Kota Probolinggo.
Di sepanjang jalur utama Probolinggo-Banyuwangi itu sudah berjajar ratusan warga masyarakat yang juga bersiap menyambut lewatnya rombongan Presiden. Puluhan petugas juga sigap mengatur lalu lintas dan orang-orang yang masih lalu lalang.
Mungkin harapan mereka sama, ingin bisa melihat sekaligus menyapa langsung Pak SBY dan Ibu Ani. Yang tak kalah semangatnya putri saya yang masih kelas 1 SD, entah siapa yang mengajari, dia bilang mau minta duwit ke Pak SBY. “Nyuwun duwite Pak, buat beli es krim,” begitu dia melatih ucapan itu berulang-ulang.
Kesabaran&kesetiaan kami seolah-olah diuji sore itu. Sempat terdengar dari pengeras suara petugas bahwa rombongan akan memasuki wilayah Paiton yang jaraknya sekitar 40 km dari rumah kami. Dengan sabar kami menanti, sebab dengan pengawalan khusus diperkirakan rombongan akan segera melintas.
Tapi yang kami nanti tak kunjung lewat padahal hampir 3 jam kami menunggu. Terdengar kabar Pak SBY dan rombongan istirahat sejenak sambil mengisi BBM di SPBU di daerah Banyuglugur (perbatasan Situbondo-Probolinggo)
Hingga adzan Maghrib apa yang kami nanti tak kunjung datang. Hanya kendaran militer dan rombongan beberapa pejabat yang mendahului lewat, sempat membuat kami kecele’.
Namun demikin antusiasme warga, begitu juga saya dan keluarga tak pudar padahal hari sudah mulai gelap. Pak Polisi yang dari pagi berjaga di luar pagar rumah kami juga nampak masih bersemangat, karena memang sudah menjadi kewajiban mereka sebagai bagian pengamanan kunjungan Presiden.
Sekira pukul 18.30 WIB arus lalu lintas tiba-tiba mereda dan sesaat kemudian terdengar suara petugas di pengeras suara bahwa kendaraan penyapu (sweeper) sudah mendekat yang berarti Pak SBY dan rombongan akan segera melintas.
Dan betul, tak lama kemudian iring-iringan Presiden mendekat dengan kecepatan rendah. Ternyata Pak SBY memang sengaja tak mau melaju cepat sebab ia dan Bu Ani ingin menyapa warga masyarakat yang menyambutnya di sepanjang jalan.
Sebelumnya memang sudah diumumkan bahwa laju rombongan Presiden akan melambat jika melewati kerumunan warga masyarakat untuk sekedar menyapa dan melambaikan tangan kepada mereka.
Dan benar ! Dengan kaca mobil yang terbuka dan lampu dalam kabin yang dinyalakan, tampak jelas senyum ramah Pak SBY yang khas itu. Lambaian tangannyapun nampak jelas seolah ingin mengajak kami berjabat tangan. Rupanya Pak SBY memang ingin memanfaatkan kunjungannya ke daerah untuk menyapa langsung warga masyarakat.
Kami terus melambaikan tangan hingga Pak SBY dan rombongan berlalu. Hanya sebentar memang, namun cukup mengobati rasa pensaran kami untuk melihat langsung wajah dan senyum sang Presiden. Saya dan ratusan warga masih tak beranjak dari tempat kami berdiri di tepi jalan hingga pengawal penutup jalan akhirnya berlalu.
Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada Pak Polisi yang setia berdiri di pinggir jalan untuk memastikan rombongan Presiden dapat melintas dengan aman. Satu hal yang membuat saya salut, tak sedikitpun Pak Polisi itu menghadap ke jalan raya ketika rombongan lewat, sampai-sampai ada warga yang penasaran.
“Kok membelakangi Pak, kok ndak menghadap ke jalan raya? Ndak ingin lihat Pak Presiden?”, tanya seorang warga. Kemudian Polisi itu menjawab, “Saya bisa kena sanksi kalau sampai menghadap jalan raya apalagi ikut melihat Pak Presiden. Kalau tau-tau ada orang tiba-tiba mau nyebrang dan mau nyerang bagaimana? Saya yang digantung nanti,” jelasnya sambil bercanda setelah rombongan lewat.
Rupanya sudah menjadi protap petugas harus tetap waspada mengamati dan mengamankan area di penggir jalan yang akan dilalui sehingga mereka tak boleh sedikit pun lengah dan ikut-ikutan nonton rombongan lewat.
Beberapa menit berlalu dan wargapun meninggalkan jalan raya, sambil terus membicarakan Pak SBY. Untuk akhir pekan ini rupanya SBY menjadi trending topic di Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Sekedar informasi, selama dua hari kunjungannya Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono melaksanakan beberapa kegiatan. Hari Sabtu (4/5) pagi Presiden bermain bola voli bersama Muspida Jatim dan Muspida Kabupaten/Kota Probolinggo serta warga sekitar. Setelah itu meninjau beberapa industri di Kota Probolinggo. Siang harinya meluncur ke Gunung Bromo untuk berdialog dengan petani Tengger. Minggu pagi (5/5) Presiden dijadwalkan menyaksikan matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Djuanda dan kembali ke Jakarta.

Probolinggo, 4 Mei 2013

Follow me : @Dody_Kasman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar