Akhir pekan ini (3/5/2013) Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat di Jawa Timur, salah satunya
ke daerah tempat saya tinggal, Kabupaten Probolinggo.
Bagi kami orang daerah, kunjungan orang nomor satu di
Indonesia ini merupakan peristiwa langka dan istimewa. Kapan lagi kami bisa
melihat langsung wajah Pak SBY yang selama ini hanya bisa disaksikan di layar
TV.
Akhirnya, Jum’at sore (3/5) sekitar pukul 15.00 WIB,
berdasar rundown yang ada di koran lokal, saya sekeluarga mengambil posisi
strategis berdiri di tepi jalan raya yang akan dilalui rombongan, tepat di
depan rumah kami yang jaraknya tak sampai 1 kilometer arah timur perbatasan
Kota Probolinggo.
Di sepanjang jalur utama Probolinggo-Banyuwangi itu
sudah berjajar ratusan warga masyarakat yang juga bersiap menyambut lewatnya
rombongan Presiden. Puluhan petugas juga sigap mengatur lalu lintas dan
orang-orang yang masih lalu lalang.
Mungkin harapan mereka sama, ingin bisa melihat
sekaligus menyapa langsung Pak SBY dan Ibu Ani. Yang tak kalah semangatnya
putri saya yang masih kelas 1 SD, entah siapa yang mengajari, dia bilang mau
minta duwit ke Pak SBY. “Nyuwun duwite Pak, buat beli es krim,” begitu dia
melatih ucapan itu berulang-ulang.
Kesabaran&kesetiaan kami seolah-olah diuji sore
itu. Sempat terdengar dari pengeras suara petugas bahwa rombongan akan memasuki
wilayah Paiton yang jaraknya sekitar 40 km dari rumah kami. Dengan sabar kami
menanti, sebab dengan pengawalan khusus diperkirakan rombongan akan segera
melintas.
Tapi yang kami nanti tak kunjung lewat padahal hampir
3 jam kami menunggu. Terdengar kabar Pak SBY dan rombongan istirahat sejenak
sambil mengisi BBM di SPBU di daerah Banyuglugur (perbatasan Situbondo-Probolinggo)
Hingga adzan Maghrib apa yang kami nanti tak kunjung
datang. Hanya kendaran militer dan rombongan beberapa pejabat yang mendahului
lewat, sempat membuat kami kecele’.
Namun demikin antusiasme warga, begitu juga saya dan
keluarga tak pudar padahal hari sudah mulai gelap. Pak Polisi yang dari pagi
berjaga di luar pagar rumah kami juga nampak masih bersemangat, karena memang
sudah menjadi kewajiban mereka sebagai bagian pengamanan kunjungan Presiden.
Sekira pukul 18.30 WIB arus lalu lintas tiba-tiba
mereda dan sesaat kemudian terdengar suara petugas di pengeras suara bahwa
kendaraan penyapu (sweeper) sudah mendekat yang berarti Pak SBY dan rombongan
akan segera melintas.
Dan betul, tak lama kemudian iring-iringan Presiden
mendekat dengan kecepatan rendah. Ternyata Pak SBY memang sengaja tak mau
melaju cepat sebab ia dan Bu Ani ingin menyapa warga masyarakat yang
menyambutnya di sepanjang jalan.
Sebelumnya memang sudah diumumkan bahwa laju rombongan
Presiden akan melambat jika melewati kerumunan warga masyarakat untuk sekedar
menyapa dan melambaikan tangan kepada mereka.
Dan benar ! Dengan kaca mobil yang terbuka dan lampu
dalam kabin yang dinyalakan, tampak jelas senyum ramah Pak SBY yang khas itu.
Lambaian tangannyapun nampak jelas seolah ingin mengajak kami berjabat tangan.
Rupanya Pak SBY memang ingin memanfaatkan kunjungannya ke daerah untuk menyapa
langsung warga masyarakat.
Kami terus melambaikan tangan hingga Pak SBY dan
rombongan berlalu. Hanya sebentar memang, namun cukup mengobati rasa pensaran
kami untuk melihat langsung wajah dan senyum sang Presiden. Saya dan ratusan
warga masih tak beranjak dari tempat kami berdiri di tepi jalan hingga pengawal
penutup jalan akhirnya berlalu.
Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada Pak Polisi
yang setia berdiri di pinggir jalan untuk memastikan rombongan Presiden dapat
melintas dengan aman. Satu hal yang membuat saya salut, tak sedikitpun Pak
Polisi itu menghadap ke jalan raya ketika rombongan lewat, sampai-sampai ada
warga yang penasaran.
“Kok membelakangi Pak, kok ndak menghadap ke jalan
raya? Ndak ingin lihat Pak Presiden?”, tanya seorang warga. Kemudian Polisi itu
menjawab, “Saya bisa kena sanksi kalau sampai menghadap jalan raya apalagi ikut
melihat Pak Presiden. Kalau tau-tau ada orang tiba-tiba mau nyebrang dan mau
nyerang bagaimana? Saya yang digantung nanti,” jelasnya sambil bercanda setelah
rombongan lewat.
Rupanya sudah menjadi protap petugas harus tetap
waspada mengamati dan mengamankan area di penggir jalan yang akan dilalui
sehingga mereka tak boleh sedikit pun lengah dan ikut-ikutan nonton rombongan
lewat.
Beberapa menit berlalu dan wargapun meninggalkan jalan
raya, sambil terus membicarakan Pak SBY. Untuk akhir pekan ini rupanya SBY
menjadi trending topic di Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Sekedar informasi, selama dua hari kunjungannya
Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono melaksanakan beberapa kegiatan. Hari Sabtu (4/5)
pagi Presiden bermain bola voli bersama Muspida Jatim dan Muspida
Kabupaten/Kota Probolinggo serta warga sekitar. Setelah itu meninjau beberapa
industri di Kota Probolinggo. Siang harinya meluncur ke Gunung Bromo untuk
berdialog dengan petani Tengger. Minggu pagi (5/5) Presiden dijadwalkan
menyaksikan matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo dan kemudian melanjutkan
perjalanan ke Bandara Internasional Djuanda dan kembali ke Jakarta.
Probolinggo, 4 Mei 2013
Probolinggo, 4 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar