Setelah
menyambangi pengungsi Gunung Kelud, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
melanjutkan kunjungan kerjanya ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel)
19 s/d 23 Pebruari 2014. Kunjungan Presiden SBY ke Sulsel kali ini cukup
istimewa dan membuat saya ikut bangga sebab salah satu daerah yang dikunjungi
adalah Palopo. Meskipun sekarang saya tinggal di Probolinggo, namun saya lahir
di Palopo. Kedua orang tua saya orang Luwu dan keluarga besar kami tersebar di
beberapa daerah di Sulsel terutama Palopo dan Luwu.
Informasi
tentang rencana kunjungan tersebut pertama kali saya dapat dari akun twitter
@WebsitePresiden. Kunjungan ke Palopo kali ini tentu membuat saya kembali
bersyukur, setelah tahun lalu Presiden SBY dua kali lewat depan rumah saya di
Probolinggo sekarang beliau berkunjung
ke tanah kelahiran saya di Palopo.
Keluarga
di Palopo dan Belopa (Ibukota Kabupaten Luwu) bergantian memberikan kabar
tentang rencana kunjungan tersebut beberapa hari sebelum Presiden SBY
berkunjung kesana. Rupanya kedatangan Presiden merupakan suatu hal yang sangat
istimewa bagi mereka. Tak hanya menyampaikan kabar gembira tentang rencana
kunjungan tersebut, bahkan ada kakak sepupu yang bercerita panjang lebar lewat
telepon tentang persiapan warga dan pemerintah daerah menyambut kedatangan
Presiden.
Saya
pun membalas beberapa SMS, BBM dan telepon itu dengan ungkapan syukur akhirnya
Presiden SBY dan Ibu Ani berkujung ke daerah kami. Saya pun kembali bersyukur
dengan kunjungan tersebut, saudara-saudara saya di Belopa dan Palopo akhirnya
bisa ikut merasakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bisa menyambut dan
melihat langsung orang nomor satu di negeri ini.
Dan
benar, ternyata apa yang saya rasakan dulu waktu pertama kali melihat Presiden
melintas depan rumah di Probolinggo juga dirasakan keluarga di Palopo dan
Belopa. Jum’at (21/2) siang Om saya yang tinggal Palopo menginformasikan via
BBM bahwa Presiden SBY sholat Jum’at di Masjid Agung Palopo. Ia mengaku senang
dan bersyukur bisa sholat Jum’at bersama Presiden. Usai sholat Jum’at Presiden
SBY dan Ibu Ani berkunjung ke Istana Luwu untuk menerima gelar adat dari
Kerajaan Luwu.
Namun
yang membuat saya tersenyum geli sekaligus bahagia adalah ungkapan kegembiraan
adik sepupu dan keponakan yang mereka sampaikan via BBM kepada saya setelah
mereka melihat langsung Presiden SBY dan Ibu Ani. “Huu senangnya bisa lihat
orang nomor 1 di Indonesia”, begitu isi BBM Atika, adik sepupu saya yang
melihat Presiden SBY dan Ibu Ani saat memasuki wilayah Belopa.
Walaupun
harus menunggu mulai jam 2 siang sampai menjelang Maghrib, ia mengaku senang
meskipun juga capek harus berdiri cukup lama. “Meskipun capek tapi seneng kan
bisa liat Presiden?” tanya saya pada Atika. “Iyaa dongg... smoga suatu hari
saya bisa jadi seperti Pak SBY, Aamiiiinnn...”, jawabnya yang kemudian saya
amini juga.
Kegembiraan
juga diungkapkan keponakan saya, Muthmainna pelajar kelas 3 SMAN 1 Belopa yang
juga menyambut kedatangan Presiden SBY dan IBU Ani ketika akan beristirahat
sejenak di rumah jabatan Bupati Luwu di Belopa. “Om, Inna sudah liat Pak SBY
dan Ibu Ani. Ibu Negara cantik sekali ya”, begitu isi BBMnya yang langsung
dikirimnya beberapa saat setelah ia melihat langsung Presiden SBY dan Ibu Ani.
“Snang skali Om pertama kalinya liat kepala negara”, lanjutnya mengungkapkan
rasa senangnya.
Baik
Atika maupun Inna serta warga Belopa dan Palopo lainnya sama-sama harus
menunggu cukup lama untuk menyambut dan melihat langsung Presiden Sby dan Ibu
Ani. Namun mereka dengan setia tetap menunggu rombongan Presiden melintas.
Kunjungan Presiden SBY dan Ibu Ani merupakan suatu hal yang istimewa karena tak
setiap hari terjadi. Oleh karena itu kesempatan berharga dan langka inipun tak
mereka sia-siakan.
Lambaian
tangan dan senyum hangat Presiden SBY dan Ibu Ani, sebagaimana pernah saya
alami tahun lalu, pastinya memberikan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri
bagi warga yang menyambut di sepanjang jalan. Rasa lelah karena harus menunggu
cukup lama, seketika terobati dengan senyum hangat Presiden SBY dan Ibu Ani. Dan
memang sudah menjadi kebiasaan di setiap kunjungan, rombongan Presiden pasti
melambat setiap kali melewati jalan yang ramai warga menyambut sehingga
Presiden Sby dan Ibu Ani bisa berinteraksi dengan mereka walau hanya lewat
lambaian tangan, senyum dan sapaan singkat.
Malam
hari, usai sholat Maghrib dan beristirahat di rumah dinas Bupati Luwu di Belopa
rombongan Presiden melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Wajo. Kembali Inna
mengirimkan foto via BBM suasana depan rumahnya ketika rombongan Presiden
melintas. Saya pun kembali menanyakan beberapa hal untuk sekedar mencocokkan
dengan pengalaman saya ketika rombongan Presiden lewat depan rumah di
Probolinggo tahun lalu.
Rupanya
menjadi kebiasaan juga, di malam hari ketika melintas jalan yang ramai
kerumunan warga, selain membuka kaca mobil lampu di dalam kabin juga dinyalakan
sehingga warga dapat melihat jelas wajah Presiden SBY dan Ibu Ani yang
tersenyum dan melambaikan tangan pada mereka. “Iya Om, kaca mobilnya dibuka
trus lampu dalam mobil dinyalakan”, jawab Inna menjawab pertanyaan saya apakah
dia bisa melihat jelas wajah Presiden SBY dan Ibu Ani meskipun malam hari.
Bagi
Om saya, Atika dan Inna dan warga Palopo serta Belopa, kunjungan Presiden SBY
dan Ibu Ani kali ini memberikan kegembiraan tersendiri serta merupakan suatu
pengalaman berharga bagi mereka. Kapan lagi bisa menyapa dan melihat langsung
orang nomor satu di negeri ini. Kunjungan
ini juga merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Presiden SBY kepada
masyarakat di daerah.
Jika beberapa bulan lalu
saat pulang kampung, saya hanya bisa bercerita tentang pengalaman ketika
Presiden melintas depan rumah di Probolinggo hingga saya bisa berjabat tangan
dengan beliau di Istana Bogor, akhirnya saudara-saudara saya di Palopo dan
Belopa bisa ikut merasakan apa yang saya alami. Jika beberapa bulan lalu mereka
hanya bisa membayangkan menyambut dan melihat Presiden, kini mereka bisa
merasakannya sendiri. Dan saya pribadi ikut bersyukur dan berterimakasih,
akhirnya Presiden SBY berkunjung kampung halaman saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar